FPPTI Jawa Barat Dorong Kerja Sama Antarperpustakaan yang Lebih Implementatif dan Berdampak

BANDUNG — Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Jawa Barat menggelar webinar daring bertajuk “Optimalisasi Kerja Sama Antarperpustakaan Perguruan Tinggi”. Diikuti oleh 136 pustakawan dan pengelola perpustakaan, acara ini bertujuan mendorong kolaborasi yang tak sekadar berhenti di atas kertas (MoU/PKS), tetapi mewujud dalam layanan nyata yang dirasakan langsung oleh pemustaka.

Bertindak sebagai moderator acara dipandu oleh Lusi Satia Rahmawati, M.I.Kom., webinar ini dibuka dengan laporan Ketua Panitia Mutia Rahmi, S.I.Pus., M.Hum., yang mengapresiasi tingginya antusiasme peserta. Ketua FPPTI Jabar, Ena Sukmana, S.Sos., menegaskan pentingnya kolaborasi untuk saling melengkapi keterbatasan sumber daya antar-institusi.

“Kerja sama perlu kita dorong agar lebih konkret dan implementatif. Keberhasilan bukan diukur dari banyaknya dokumen yang ditandatangani, melainkan dari layanan bersama yang dirasakan manfaatnya oleh pemustaka,” ujar Ena.

Menghadirkan Hada Hidayat Margana, M.I.Kom. (Pustakawan Madya UPI & Ketua FPPTI Jabar 2019–2025) sebagai narasumber, diskusi berfokus pada strategi memindahkan kerja sama dari ranah administratif ke tingkat operasional. Hada menekankan bahwa perpustakaan tidak harus memiliki semua sumber daya secara mandiri, sebab koleksi, fasilitas, hingga kompetensi pustakawan dapat dibagikan melalui resource sharing yang efektif.


Diskusi interaktif tersebut juga membedah berbagai hambatan lapangan, mulai dari lisensi database, perbedaan kebijakan, hingga solusi mengatasi perjanjian kerja sama yang pasif. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa kerja sama harus berawal dari kebutuhan riil pemustaka dan ditindaklanjuti dengan SOP, penanggung jawab, serta evaluasi berkala. Pada akhirnya, indikator keberhasilan utama terletak pada perluasan akses informasi, efisiensi sumber daya, dan dampak nyata bagi mahasiswa, dosen, serta peneliti.

Melalui kegiatan ini, FPPTI Jabar berharap perpustakaan perguruan tinggi semakin aktif membangun kolaborasi yang relevan—mulai dari berbagi koleksi hingga inovasi layanan bersama—demi meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.

Scroll to Top